English
English
Vietnam
Thailand

Chelsea FC resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Liam Rosenior setelah periode singkat yang diwarnai hasil mengecewakan. Kekalahan telak dari Brighton & Hove Albion menjadi puncak dari tren negatif tim di Premier League, di mana mereka mencatat lima kekalahan beruntun tanpa mampu mencetak gol. Situasi ini membuat posisi Chelsea di klasemen semakin terancam, terutama dalam upaya untuk mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan.
Manajemen klub menilai performa tim tidak memenuhi ekspektasi, terlebih di fase penting menjelang akhir musim. Posisi Chelsea yang tertahan di papan tengah semakin memperkecil peluang mereka untuk menembus zona Liga Champions. Di tengah tekanan tersebut, keputusan pergantian pelatih diambil dengan harapan mampu memperbaiki arah tim dalam waktu singkat, meskipun langkah ini juga mencerminkan ketidakstabilan dalam kebijakan jangka panjang klub.
Untuk sementara, tanggung jawab tim utama diberikan kepada pelatih tim muda sebagai solusi darurat hingga akhir musim. Klub juga belum menentukan kandidat pelatih permanen, karena masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur dan arah tim ke depan. Di sisi lain, tekanan dari suporter semakin meningkat, terutama terhadap kepemilikan klub yang dinilai belum mampu membawa stabilitas sejak perubahan manajemen beberapa tahun terakhir.
Sepanjang masa kepemimpinannya, Rosenior sebenarnya sempat mendapat dukungan, namun performa tim yang terus menurun serta hasil buruk di berbagai kompetisi membuat posisinya tidak lagi aman. Chelsea kini menghadapi sisa musim dengan tantangan besar, termasuk jadwal pertandingan berat dan target untuk menyelamatkan kampanye yang terancam gagal. Keputusan ini diharapkan menjadi titik balik bagi klub untuk kembali menemukan konsistensi dan arah yang lebih jelas.